Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Waspada Kegawatdaruratan pada Anak
Panduan Penting untuk Orang Tua

Mengenali Kondisi Gawat Darurat

Untuk menilai kondisi gawat darurat anak terdapat cara cepat yang disebut penilaian SAGA (Segitiga Asesmen Gawat Anak)

  1. Tampilan anak
    • Kekuatan otot anak. Dengan melihat apakah anak tampak lemas atau tidak aktif
    • Interaksi Anak. Apakah anak merespon atau tidak saat berinteraksi
    • Anak merasa nyaman atau tidak contohnya anak rewel atau sulit ditenangkan.
  2. Usaha napas
    • Ada tarikan otot dada saat bernapas.
    • Anak terlihat ngos-ngosan, bahkan harus menopang tubuh (tripod position).
    • Napas lebih cepat dari normal (contohnya, usia 0-1 tahun normalnya 40–50 kali/menit).
  3. Sirkulasi darah
    • Anak tiba-tiba pucat, kebiruan di bibir/jari, atau muncul bercak kulit putih-merah (mottling/kutis marmorata).

Jika anak mengalami gejala gejala diatas, segera bawa anak ke IGD.

Langkah Pertama yang Bisa Dilakukan di Rumah

Untuk kondisi non-gawat atau penanganan awal sebelum ke rumah sakit, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan jika anak sakit :

1.     Demam

·        Berikan cairan cukup (ASI untuk bayi, air untuk anak besar).

·        Berikan obat penurun panas (paracetamol)

·        Jika suhu anak 38,5 – 40 celcius, anak bisa di bantu kompres hangat di dahi, leher dan ketiak. Selalu ganti kain sebelum kering atau dingin.

2.     Kejang

·        Tetap tenang, jangan memasukkan apapun ke mulut anak.

·        Posisikan anak miring agar jalan napas terbuka dan muntah tidak tertelan.

·        Jika punya obat anti-kejang, masukkan sesuai dosis anjuran dokter sebelumnya.

·        Segera bawa ke IGD, jika kejang pertama kali.

 

3.     Diare

·        Utamakan pemberian ASI untuk bayi,

·        Berikan oralit untuk anak yang lebih besar. Satu saset dilarutkan dalam 200 cc air, diberikan anak saat diare atau muntah

·        Hindari pemberian obat “anti diare” yang tidak diresepkan dokter.

4.     Mimisan

·        Tenangkan anak dan diri sendiri.

·        Dudukkan anak dengan posisi condong ke depan.

·        Tekan pangkal hidung 15–20 menit.

·        Jika tidak berhenti >20 menit, segera ke IGD.

Mengenali kegawatdaruratan pada anak penting untuk menentukan tindakan cepat dan tepat. Dengan pemahaman ini, orang tua tidak hanya menjadi dokter pertama bagi anak, tapi juga penentu keselamatan mereka. Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan satu generasi.

 

Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.

dr. Yudha Fadhol Arafah Yasrizal, M.Sc., Sp.A (Dokter Spesialis Anak)
Senin – Kamis  : 08.00 – 10.00 & 16.00 – 17.00

Jum’at                   : 08.00 – 10.00

 

Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :

Call Center                              : 08001503363
Whatsapp                                : 085381338887
Telegram                                   : 
@rshblampung_bot
Facebook Messenger       : 
@rshblamteng
Chat Web                                : rshb-lampung.co.id

Booking Online                    : Aplikasi Harbun-Q

Kapan Harus ke Dokter Jiwa?

Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.

Baca
Pentingnya Pemeriksaan Darah Rutin

Di dalam tubuh manusia, sekitar tujuh persen volume tubuhnya diisi oleh darah. Darah merupakan hal yang penting untuk memberi petunjuk apakah Anda sehat atau sakit.

Baca
Ancaman Kulit Saat Banjir

Musim hujan yang disertai banjir tidak hanya membawa dampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan kulit. Air banjir yang kotor dan tercampur berbagai bahan berbahaya dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari yang ringan hingga berat.

Baca
Bumil Hilang Nafsu Makan?

Kehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.

Baca
Batuk Tak Kunjung Sembuh?

Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.

Baca
Mengenal Ulkus Mata

Ulkus mata adalah luka yang terjadi pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan bola mata. Meskipun tampak sepele, kondisi ini tergolong serius karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

Baca