Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Sakit Perut Sebelah Kanan?
Waspadai Usus Buntu (Apendisitis)

Apa Itu Usus Buntu?

Usus buntu adalah organ kecil yang berbentuk seperti kantong sempit dan terletak di antara usus halus dan usus besar. Ketika terjadi infeksi atau peradangan pada organ ini, kondisi tersebut disebut sebagai apendisitis atau radang usus buntu. Radang usus buntu termasuk salah satu kasus kegawatdaruratan di bidang pencernaan yang cukup sering terjadi, dan dapat berbahaya bila tidak segera ditangani.

Gejala Radang Usus Buntu

Gejala utama radang usus buntu biasanya berupa nyeri di perut kanan bawah yang muncul secara tiba-tiba atau terasa menetap. Selain itu, dapat disertai keluhan lain seperti:

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Gangguan buang air besar, seperti sembelit, tidak bisa kentut, atau diare
  • Gejala lain pada saluran pencernaan, seperti perut kembung atau tidak nafsu makan

Gejala-gejala ini sering kali muncul mendadak dan dapat memburuk dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ini sedini mungkin.

Apa Penyebabnya?

Hingga saat ini, penyebab pasti radang usus buntu belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini sering berkaitan dengan sumbatan pada saluran usus buntu, yang dapat dipicu oleh:

  • Penumpukan kotoran atau tinja yang keras
  • Peradangan pada jaringan usus
  • Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar usus buntu
    Selain itu, kebiasaan sembelit (susah buang air besar) juga dapat meningkatkan risiko terjadinya radang usus buntu.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Meskipun usus buntu tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risikonya dengan konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah, agar buang air besar lebih lancar. Minum air putih yang cukup setiap hari. Batasi makanan pedas dan makanan berpengawet yang dapat mengiritasi saluran pencernaan Dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang, kita dapat menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membantu mencegah risiko terjadinya radang usus buntu.

Masih banyak anggapan bahwa penyakit radang usus buntu bisa sembuh dengan sendirinya. Faktanya, Jika radang usus buntu sudah akut, penanganan utama yang direkomendasikan adalah operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi) yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti pecahnya usus buntu yang bisa mengancam nyawa.

Pada beberapa kasus yang bersifat kronis atau dengan gejala ringan, operasi bisa saja ditunda dan dokter dapat meresepkan antibiotik untuk sementara waktu. Namun, penilaian ini sepenuhnya harus dilakukan oleh dokter

Kapan Harus ke Dokter?

Radang usus buntu adalah kondisi yang termasuk kegawatdaruratan medis. Jadi, apabila muncul gejala seperti nyeri perut kanan bawah yang menetap, disertai mual, muntah, demam, atau gangguan buang air besar, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Dengan mengenali gejala, mengetahui penyebab, serta menerapkan pola hidup sehat, kita dapat mencegah serta mendeteksi radang usus buntu lebih cepat.

 

Lengkapi kebutuhan kesehatan Anda dengan layanan dokter terbaik kami.

dr. M. Sodiq N., Sp.B

Dokter Spesialis Bedah

Senin - Kamis             : 07.30 WIB - 08.30 WIB dan 13.00 WIB - 14.00 WIB

 

Informasi selengkapnya mengenai RS Harapan Bunda, Anda dapat menghubungi :



Call Center                              : 08001503363

Whatsapp                                : 085381338887

Telegram                                 : @rshblampung_bot

Facebook Messenger             : @rshblamteng

Chat Web                                : rshb-lampung.co.id

Booking Online                                  : Aplikasi Harbun-Q

Mengenal Ulkus Mata

Ulkus mata adalah luka yang terjadi pada permukaan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan bola mata. Meskipun tampak sepele, kondisi ini tergolong serius karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

Baca
Nikmati Kelezatan Tanpa Lonjakan Gula dan Kolesterol

Makanan manis dan berlemak memang menggoda selera. Kue, minuman manis, gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak sering menjadi favorit banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang cukup besar jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

Baca
Batuk Tak Kunjung Sembuh?

Pernahkah kamu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu, berkeringan di malam hari dan hilangnya nafsu makan? Hati-hati! Bisa jadi itu bukan sekadar batuk biasa, tetapi tanda dari penyakit serius, seperti TBC. Merujuk pada data WHO pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta pengidap TBC di seluruh dunia. Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah pengidap TB terbanyak di Asia Tenggara dengan perkiraan 821.200 kasus pada tahun 2023.

Baca
Bumil Hilang Nafsu Makan?

Kehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.

Baca
Skrining Covid-19, siapa takut?

“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda.

Baca
Menyiasati Minum Obat saat puasa

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Baca