“Skrining covid merupakan pemisahan atau penyaringan dengan cara mengidentifikasi orang yg sakit melauli suatu test. Nanti di pisahkan mana yg terinfesi mana yg tidak” Agus Jaelani Kepala Instalasi Labolatorium Rumah Sakit Harapan Bunda. Penyaringan atau screening Covid-19 adalah langkah penting dalam mencegah penularan penyakit yang diakibatkan virus corona ini. Screening merupakan tindakan awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap pasien yang datang ke rumah sakit. Tindakan ini menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan.
Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan. Screening bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rumah sakit. Prosedur ini penting demi keamanan pasien itu sendiri serta orang lain yang berada di sekitarnya, termasuk petugas medis yang menangani.
Dalam screening, diperlukan kerja sama dari pasien demi mendapatkan hasil yang valid. Ketidakjujuran dalam pemberian keterangan akan berakibat fatal karena berpotensi menyebarkan virus corona ke orang-orang yang berinteraksi dengan pasien, khususnya dokter dan perawat.
Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan ada dua cara screening Covid-19 yang bisa dilakukan di puskesmas. Cara pertama adalah rapid test untuk memeriksa keberadaan antibodi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah terduga pasien corona. Cara kedua adalah lewat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini dijalankan dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien.
Tapi, sebelum prosedur screening Covid-19 itu dilakukan, pasien akan diminta menjalani wawancara serta pemeriksaan epidemiologi. Petugas akan menanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan Covid-19. Misalnya:
(gambar)
Dari jawaban atas pertanyaan di atas serta pertanyaan lain yang berkaitan, petugas akan menentukan tindakan selanjutnya baik itu rapid test maupun swab test.
Saat ini juga terdapat cara screening Covid-19 online menggunakan aplikasi. Tapi screening ini hanya berupa penilaian diri sendiri atau self-assesment yang mirip dengan tahap wawancara dalam screening di fasilitas kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung aplikasi screening corona ini karena menurut WHO, sebanyak 80 persen pasien Covid-19 bergejala ringan bisa mendapat perawatan mandiri di rumah hingga pulih. Adapun rumah sakit diprioritaskan bagi pasien dengan gejala dan komplikasi berat.
Umumnya, screening Covid-19 dilakukan pada semua pasien dengan gejala Covid-19 yang datang ke fasilitas kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit. Sebab, jika tak dilakukan penyaringan dan ternyata pasien positif Covid-19, semua orang yang berhubungan akan turut terpapar.
Namun tes Covid-19 baik rapid test maupun swab test dengan PCR diprioritaskan hanya bagi beberapa kelompok, yakni pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG). Primaya Hospital menjelaskan bahwa PDP dan ODP adalah orang yang menunjukkan gejala demam serta batuk atau sesak napas dan punya riwayat bepergian ke zona merah atau berkontak dengan pasien Covid-19. Sedangkan OTG adalah orang tak memiliki gejala tapi punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19.
Menurut Kementerian Kesehatan, ada tiga kriteria kelompok OTG , yaitu:
Orang yang bepergian bersama pasien Covid-19 sejak dua hari sebelum gejala pasien muncul hingga 14 hari kemudian.
Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.
BacaTertelan duri ikan atau yang sering disebut “ketulangan” adalah salah satu kasus yang cukup sering ditemui di praktek dokter THT, baik di IGD maupun poliklinik. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, kita bahas lebih lengkap.
BacaKehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.
BacaDiabetes melitus atau kencing manis bukan hanya soal gula darah tinggi saja. Penyakit ini juga menyimpan ancaman serius yang jarang disadari banyak orang. Ya, diabetes bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang bahkan berujung pada kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sejak dini
BacaKegawatdaruratan adalah kondisi yang mengancam nyawa anak. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengenali kondisi ini agar bisa cepat menentukan Tindakan Apakah anak harus segera dibawa ke IGD, Apakah cukup ke poliklinik, Atau dapat ditangani sendiri di rumah. Karena sejatinya, orang tua adalah “dokter pertama” di rumah, yang paling awal mengetahui ada yang tidak beres pada anak.
BacaBekerja di kantor sering kali identik dengan duduk lama di depan komputer. Namun, kebiasaan ini tanpa disadari dapat memicu keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain). Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami pekerja kantoran.
Baca