Jl. Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Lampung Tengah

  • 0800 1503363
  • info@rshb-lampung.co.id

Artikel Berita & Kegiatan

Bumil Hilang Nafsu Makan?
Hamil dan Tidak mau Makan

Kehilangan nafsu makan pada trimester awal kehamilan sering kali terjadi. Namun, jangan biarkan berlarut-larut, agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Yuk, cari tahu cara mengatasi hilang nafsu makan saat hamil.

Ada beberapa alasan ibu hamil (bumil) kehilangan nafsu makan. Antara lain disebabkan oleh “perubahan hormon yang sedang tinggi tingginya ya itu hormon HCG, dan hormon ini biasanya akan memuncak di usia kandungan 12-14 minggu. Ini yg menyebabkan ibu hamil di usia kandungan ini sering mual dan susah untuk makan,” dr. Bayu Maulana, Sp. OG spesialis kandungan Rumah Sakit Harapan Bunda.

Setidaknya ada lima cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hilangnya nafsu makan saat hamil, yaitu:

  • Konsumsi makanan dalam kondisi dingin
    Biasanya makanan yang hangat atau panas, akan mengeluarkan aroma yang lebih menyengat. Hal ini bisa membuat sebagian ibu hamil merasa mual dan justru kehilangan nafsu makan. Bumil bisa diamkan makanan terlebih dahulu hingga mulai dingin dan kehilangan aroma, baru kemudian mengonsumsinya. Makanan yang disajikan dingin, seperti roti sandwich atau salad, juga bisa menjadi pilihan.
  • Buat makanan lebih bervariasi
    Mengonsumsi makanan yang sama tentu membosankan dan dapat membuat Bumil tidak berselera untuk menyantapnya. Agar tidak bosan, Bumil bisa membuat jenis makanan yang dikonsumsi lebih bervariasi, sambil tetap mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Cobalah mengganti menu makanan setiap harinya, atau mengganti cara penyajiannya. Misalnya, jika Bumil mual ketika harus mengonsumsi sayuran hijau. Sebagai variasi, Bumil bisa mencampurkan sayuran hijau dan buah favorit dalam bentuk jus. Namun, tetap pastikan makanan yang Bumil konsumsi sudah benar-benar matang ya.
  • Cari alternatif makanan.
    Ibu hamil bisa mencari alternatif makanan lain, jika kehilangan nafsu pada makanan tertentu. Misalnya Bumil tidak nafsu makan daging, padahal daging mengandung protein tinggi yang dibutuhkan tubuh. Sebagai gantinya, Bumil bisa mengonsumsi kacang-kacangan yang juga mengandung protein tinggi. Tetapi, tetap pastikan makanan alternatif yang dipilih memiliki nutrisi yang cukup.
  • Konsumsi vitamin prenatal
    Bumil juga bisa mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Jika merasa mual saat mengonsumsi vitamin prenatal dalam bentuk tablet yang padat, Bumil bisa mengonsumsi vitamin prenatal dalam bentuk cair ataupun tablet yang kenyal.
  • Tidur yang cukup
    Cukup tidur juga bisa menambah nafsu makan ibu hamil. Waktu tidur malam yang ideal untuk ibu hamil adalah 7-8 jam. Bila memungkinkan, Bumil juga bisa tidur siang selama 30-60 menit, antara pukul 14.00-16.00.

Berbagai cara di atas dapat Bumil lakukan untuk membantu mengembalikan nafsu makan. Selain itu, Bumil juga sebaiknya mengurangi stres agar tidak kehilangan nafsu makan. Bila berat badan terus turun, ada kemungkinan Bumil mengalami gangguan kesehatan serius, seperti hiperemesis gravidarum atau gangguan tiroid. Oleh karena itu, jika Bumil terus kehilangan nafsu makan dan tidak kunjung mencapai target kenaikan berat badan yang diharapkan, berkonsultasilah kepada dokter kandungan agar dapat diberikan penanganan yang dibutuhkan.

Video Terkait

Rehabilitasi Pasca Stroke

Stroke bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kondisi keluarga pasien. Meskipun fase kritis stroke telah berlalu, banyak pasien yang tetap mengalami kesulitan untuk berjalan, makan, atau bergerak, terutama jika pasien adalah tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, rehabilitasi medik menjadi langkah penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi tubuhnya.

Baca
Menyiasati Minum Obat saat puasa

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Namun, ada yang harus diperhatikan bagi mereka yang perlu minum obat secara rutin. Rutinitas minum obat tersebut dapat disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Baca
Kapan Harus ke Dokter Jiwa?

Masalah kesehatan mental sering kali masih dianggap tabu di masyarakat. Banyak orang berpikir bahwa konsultasi ke dokter jiwa hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa berat. Padahal, menurut dr. Ika Andri Melana, Sp.KJ Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, psikiater bukan hanya menangani orang dengan gangguan jiwa, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti stres dan gangguan tidur.

Baca
Sakit Perut Sebelah Kanan?

Pernahkah Anda atau orang terdekat mengalami nyeri hebat di perut kanan bawah? Hati-hati, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari penyakit radang usus buntu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai apendisitis

Baca
Waspada Kegawatdaruratan pada Anak

Kegawatdaruratan adalah kondisi yang mengancam nyawa anak. Penting bagi orang tua untuk memahami dan mengenali kondisi ini agar bisa cepat menentukan Tindakan Apakah anak harus segera dibawa ke IGD, Apakah cukup ke poliklinik, Atau dapat ditangani sendiri di rumah. Karena sejatinya, orang tua adalah “dokter pertama” di rumah, yang paling awal mengetahui ada yang tidak beres pada anak.

Baca
Deteksi Dini Penyakit Jantung

Serangan Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kita untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan jantung sejak dini. Dengan melakukan deteksi dini kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung secara dini.

Baca